Minggu, 07 Oktober 2012

Tari Primitif


           Tari Primitif(sederhana) adalah tari yang berkembang diruang lingkup masyarakat primitif yang belum memiliki peradaban.  Masa primitif adalah zaman prasejarah yaitu masa sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Masa primitif ini berkisar anatara tahun 20.000 SM – 400 M. Pada masa ini, dibagi dalam zaman batu dan zaman Logam (perunggu dan besi). Tarian pada zaman Batu, ada kemungkinan hanya diiringi dengan sorak sorai serta tepuk tangan, sedangkan pada zaman Logam ditemukan nekara yang di sekelilingnya terdapat gambar penari dengan menggunakan hiasan bulu-bulu burung dan daun-daunan di kepalanya.

Pada tarian primitif (sederhana), ciri yang paling menonjol adalah sifatnya yang magis dan sakral, karena pola hidup masyarakat masa itu cenderung percaya bahwa alam memiliki kekuatan yang bersifat magis. Masyarakat primitif belum mengenal keyakinan akan ajaran agama tapi mereka memiliki pemimpin yang dipercaya atau yang dianggap paling  tertua(seperti dukun). Oleh karena itu, tari yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk kepentingan upacara. Tarian biasanya dilakukan dengan spontanitas, tak ada peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang seragam dan tertentu. Nekara yang ditemukan pada zaman Logam diperkirakan selain digunakan sebagai alat musik, juga dipukul (dimainkan) pada saat upacara keagamaan serta hanya digunakan untuk mengiringi tari-tarian persembahan yang bersifat magis dan sakral.

Bentuk tari primitif relatif sederhana, menirukan gerakan hewan, menirukan gerakan alam dengan gerakan-gerakan tangan, didominasi kaki, gerakan kepala, bergerak melingkar mengelilingi api unggun sambil bersuara yang membangun ritmis dari penari dan diiringi musik perkutif yang sederhana, serta kekuatan yang luar biasa dalam mengekspresikan kehendaknya. Kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk pengungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang dinginkan.
Untuk lebih jelasnya ciri – ciri tari primitif antara lain :,
1.      Gerak perulangan dan iringan sangat sederhana berupa hentakan kaki, tepukan tangan / simbol suara /   gerak – gerak saja yang dilakukan.
2.      Gerakan dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya menirukan gerak binatang karena berburu, proses inisiasi, kelahiran, perkawinan, panen.
3.      Instrumen sangat sederhana hanya dipukul secara tetap bahkan tanpa memperhatikan dinamika.
4.      Tata rias sederhana bahkan bisa berakulturasi dengan alam sekitar.
5.      Tari bersifat sakral karena untuk upacara keagamaan.
6.      Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Kehidupan masyarakat masih bergerombol, berpindah – pindah dan bercocok tanam.
7.      Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud dan kehendak hati dan pernyataan kolektif.
8.      Atribut pakaian menggunakan bulu – buluan dan daun – daunan.
9.      Formasi pada tarian primitif biasanya berbentuk lingkaran karena menggambar kekuatan.
Contoh tari primitif tari bailita dan tari dayang modan.

Adapun fungsi dari tari pada masa primitif dapat kita lihat dari gerak-gerik tariannya sangat sederhana karena yang dipentingkan adalah keyakinan yang terletak di belakang tarian tersebut, contohnya tarian meminta hujan, tarian untuk mempengaruhi binatang buruan. Fungsi lainnya untuk upacara/ritual  yng bersifat sakral/ magis. .
Ada tiga jenis tari primitif, antara lain :
1.      Tari religius, adalah tari yang dipergunakan sebagai sarana upacara, misalnya tari pemujaan kepada roh, kesuburan.
2.      Tari dramatik adalah tarian yang menggambarkan peristiwa dalam kehidupan mereka, misalnya tari perang, tari percintaan.
3.      Tari imitatif adalah tarian yang diciptakan dengan meniru alam sekitarnya dan biasanya menirukan sesuatu yang sedang diburu; misalnya tari binatang.

Bila kita cermati tarian primitif pada saat ini tentunya tidak dapat lagi kita temukan, hanya bersisa jejak-jejak dari tarian/ budaya primitif itu sendiri. Beberapa kesenian Indonesia  yang sampai saat ini masih hidup/berkembang dan mencerminkan keberlanjutan bentuk tarian primitif masih banyak kita saksikan, misalnya: Kesenian Barong dari Banyuwangi dan Bali, Tarian perang yang masih hidup dalam berbagai kepulauan di Indonesia, Tarian minta hujan, dan sebagainya. Sedangkan yang masih merupakan ungkapan kehidupan rakyat yang pada umumnya merupakan tari gembira atau tarian pergaulan/sosial misalnya tari joged.

Jumat, 22 Juni 2012

Rias Wajah Indonesia Yang Memudar Di Alamnya

Jakarta Secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang kelilingi oleh dua benua dan dua samudera. Dengan 18.110 pulau, 33 Provinsi, lebih dari 650 suku bangsa, 67 bahasa induk dan lebih dari 200 juta penduduknya, serta begitu besar sumber kekayaan dan panorama alamnya, hingga menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang begitu "seksi".

Kekayaan akan keberagaman kearifan lokal dan budaya terkandung di dalam bingkai raksasa kehidupan sosialnya. Setiap masyarakatnya menciptakan karya. Baik berupa: sandang, pangan, papan maupun kerajinan tangan. Karenanya menjadi pantas jika Indonesia menjadi medan magnet bagi negara-negara di dunia belahan manapun.

Dasar dan Rekomendasi

Dengan potensi seperti ini, masyarakat Indonesia juga sangat melekat dan tidak terlepas dari pemanfaatan dan pengelolaan buminya. Baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan hasil tambangnya sebagai bentuk penyelenggaraan roda kehidupan sosialnya.

Karena itu, betapa pun setiap kepemimpinan di negeri ini memiliki ambisinya masing-masing, dalam menyelenggarakan pembangunan—setidaknya penyelenggaraan kehidupan sosial seperti inilah yang selayaknya menjadi dasar dan rekomendasi mereka dalam memimpin. Karena dengan begitu, Indonesia tidak akan pernah kehilangan ruh dan nafas kehidupannya.

Tentu saja hal itu juga harus diimbangi dengan sentuhan teknologi modern dan perkembangan jaman. Agar negeri ini mampu memainkan peran dalam percaturan global.

Pertanyaannya, fenomena perubahan apakah yang terjadi pada Indonesia saat ini?

Rias Wajah Yang Memudar

Cobalah Anda pejamkan mata sekarang. Lalu bawalah imajinasi pikiran Anda hingga membentuk Indonesia pada sebuah masa, dimana pejajah Belanda dan Jepang lengkap dengan segala atribut-atributnya tengah menjajah negeri ini.

Apa yang terjadi? Marah, benci, atau terusik rasa nasionalisme kita untuk melakukan perlawan. Terpanggil rasa patriotik kita untuk memperjuangkan dan mempertahanan segala potensi dan keberagaman budaya, adat istiadat dan kekayaan bumi kita, tentunya.

Hal seperti itu sangatlah wajar. Sebab betapun susah dan menderitanya kita, alam kemerdekaan untuk menentukan nasib sendiri adalah mimpi yang lebih menjanjikan harapan "Pancasila" dibanding penjajahan.

Tetapi kini cobalah buka mata Anda kembali. Lalu lihat dan perhatikanlah baik-baik di sekeliling kita. Apa yang terjadi? Segala macam atribut asing malah semakin menggila menguasahi setiap sendi-sendi kehidupan sosial bangsa Indonesia.

Bukankah "Rias Wajah" Indonesia tengah memudar di alamnya?

Tentunya kita bersepakat, bahwa saat ini, segala budaya dan adat istiadat, baik cara berpakaian, jenis makanan dan minuman, serta segala keberagaman tatanan kehidupan sosial masyarakat lainya, di seluruh daerah di nusantara—juga merupakan bagian dari wajah Indonesia. Dan pada realitas sekarang semuanya tengah tertatih-tatih mempertahankan identitasnya.

Bukan hanya Amerika yang seringkali di suarakan dominasinya oleh para demonstran—sejak berdirinya Republik Indonesia hingga saat ini. Melainkan seluruh negara-negara di dunia, tengah berlomba-lomba menancapkan panji-panji atributnya—untuk berbagai macam kepentingannya di negeri kita.

Baik itu mengatasnamakan kepentingan sosial, budaya, kemanusian, hukum, politik, dan sudah barang tentu ekonomi atau lain sebagainya. Karenanya menjadi wajar ketika identitas dan pola kehidupan sosial kita sebagai sebuah bangsa menjadi terdegradasi oleh berbagaimacam spektrum budaya asing tersebut.

Realitas Wajar dan Ironi

Perihal seperti itu adalah sebuah realitas yang wajar di era globalisasi. Dimana manusia kian kekinian tidaklah dibatasi oleh skat-skat kehidupan sosialnya. Warna kulit, agama, budaya, wilayah, dan lain sebagainya.

Gobalisasi—dimana segala ketergantungan kebutuhan manusia—disejagatkan dan "dihalalkan" serta tidak termasuk dalam katagori penjajahan. Selama segalanya, tidak melanggar apa yang sudah menjadi kesepakatan global, maka semuanya sah beredar di negara manapun termasuk di Indonesia.

Semua itu bukan tanpa dampak buruk. Terlebih lagi teknologi seperti: televisi, internet, radio dan surat kabar menjembatinya dengan mudah. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki potensi yang begitu luar biasa kekayaannya, maka sudah selayaknya Indonesia mewarnai trend global pada kehidupan di dunia saat ini dan akan datang.

Menjadi ironis, ketika realitas hari ini justru terjadi sebaliknya. Kita tidak mampu memanfaatkan peluang itu. Kita malah Asik ”dininabobokan” arus globalisasi yang kian menggila. Kita terus terombang-ambing di lautan trend-trend global, tanpa sanggup dan sempat menawarkan spektrum identitas kita sendiri.

Generasi kita terlalu sibuk membanggakan dan mengikuti mode artis ala Korea, Jepang, Amerika, Saudi dan lain sebagainya. Padahal dengan potensi yang kita memiliki adalah peluang yang begitu besar untuk merasuki kehidupan dunia. Dan itu lebih dari negara-negara manapun di dunia.

Lantas mampukah kita berjuang untuk itu? Dan tidak sekedar menjadikan kita sebagai masyarakat konsumtif?

Dan mampukah kita sebagai sebuah bangsa yang besar dan kaya akan keberagaman budaya, adat istiadat dan sumber alamnya, membangun kembali rias wajah bangsa kita di negara kita sendiri atau bahkan dunia?

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Sejauhmana kita, bangsa Indonesia, mampu memberikan nafas kehidupannya sendiri di segala potensi—menjadi bergelora kembali di negeri sendiri. Sehingga Ke-Indonesiaan kita mampu memberikan sentuhan pada wajah dunia. Sekarang dan yang akan datang. Atau hilang sama sekali terbawa derasnya arus globalisasi.

Dan bukan BUDAYA KORUPSI, tentunya!
SEMANGAT PAGI TERUS INDONESIAKU,
Bangkitkan Kembali Rias Wajahmu Yang Memudar!

*detikNews

Kamis, 21 Juni 2012

SNSD Tampil Bareng Linking Park


hohhohoh,,,  SNSD bakal tampil sepanggung bareng LINKING PARK????????
wah, sesuatu bangetttt tuw yah.....
Kata Om kaskuser,,,,,,,, Girl band asal Korea Girls Generation atau yang lebih dikenal dengan SNSD baru saja merilis single terbarunya dalam versi Jepang, ‘Paparazzi’. Untuk mempromosikan single barunya tersebut, rencananya girl band SM Entertainment ini akan tampil dalam acara ‘Music Station’, sebuah program musik populer di Jepang.
‘Music Station’ sendiri telah mengungkapkan list tamunya yang akan hadir pada tanggal 22 Juni 2012 mendatang. Seperti yang dilansir Allkpop, dalam acara tersebut, SNSD akan tampil bergantian dengan Linkin Park yang juga tengah mempromosikan single terbarunya. SNSD akan membawakan single terbaru mereka yaitu ‘Paparazzi’ sedangkan Linkin Park akan membawakan lagu ’Burn it Down’.
Penampilan SNSD dalam acara ‘Music Station’ ini memang ditunggu-tunggu. Ini bukan pertama kalinya mereka tampil dalam acara tersebut. Mereka selalu membuat kagum penonton karena mampu memadukan dance dan vokal dengan sangat baik. Apalagi koreografi lagu ‘Paparazzi’ lebih menantang dibanding single sebelumnya.
Linkin Park sendiri merupakan band pemenang multi platinum yang memiliki member Korea-Amerika yaitu Joe Hahn dan member Jepang-Amerika yaitu Mike Kenji Shinoda. Mike sendiri merasa senang dengan rencana tampilnya Linkin Park di Jepang karena dirinya bisa bekerja sekaligus menikmati rasanya pulang ke kampung halaman.
Tak hanya SNSD dan Linkin Park, rencananya acara ‘Music Station’ episode tersebut juga akan menghadirkan KAT-TUN, AKB 48 dan Kuwata Keisuke.

Senin, 16 April 2012

KATY PERRY LYRIC- FIREWORKS


do you ever feel like a plastic bag
drifting through the wind, wanting to start again?
do you ever feel, feel so paper thin
like a house of cards, one blow from caving in?

do you ever feel already buried deep?
six feet under screams but no one seems to hear a thing
do you know that there's still a chance for you
'cause there's a spark in you?

you just gotta ignite the light and let it shine
just own the night like the 4th of july

'cause baby, you're a firework
come on, show 'em what you're worth
make 'em go, oh
as you shoot across the sky

baby, you're a firework
come on, let your colors burst
make 'em go, oh
you're gonna leave 'em falling down

you don't have to feel like a waste of space
you're original, cannot be replaced
if you only knew what the future holds
after a hurricane comes a rainbow

maybe you're reason why all the doors are closed
so you could open one that leads you to the perfect road
like a lightning bolt, your heart will blow
and when it's time, you'll know

you just gotta ignite the light and let it shine
just own the night like the 4th of july

'cause baby you're a firework
come on, show 'em what you're worth
make 'em go, oh
as you shoot across the sky

baby, you're a firework
come on, let your colors burst
make 'em go, oh
you're gonna leave 'em falling down

boom, boom, boom
even brighter than the moon, moon, moon
it's always been inside of you, you, you
and now it's time to let it through

'cause baby you're a firework
come on, show 'em what you're worth
make 'em go, oh
as you shoot across the sky

baby, you're a firework
come on, let your colors burst
make 'em go, oh
you're gonna leave 'em falling down

boom, boom, boom
even brighter than the moon, moon, moon
boom, boom, boom
even brighter than the moon, moon, moon

Sabtu, 14 April 2012

Cabang BIOLOGI


Biologi memiliki cabang ilmu yang spesifik dan objek kajian yang semakin khusus untuk memudahkan cara pembelajarannya, mengingat pada umumnya seseorang hanya mampu mendalami salah satu cabang ilmu. 

Cabang cabang Biologi tersebut antara lain:
1. Anatomi : Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup
2. Agronomi : Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
3. Andrologi : Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
4. Algologi : Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
5. Botani : ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
6. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
7. Biologi molekuler : Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
8. Bioteknologi : Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi prosesbiokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
9. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
10. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
11. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana
12. Ekologi : Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan
13. Embriologi : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
14. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
15. Enzimologi : ilmu yang mempelajari tentang enzim
16. Evolusi : Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuhmakhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
17. Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
18. Eugenetika : Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
19. Endokrinologi : Ilmu yang mempelajari tentang hormon
20. Enzimologi : Ilmu yang mempelajari tentang enzimFisiologi : Ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi kerja) organ tubuh
21. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
22. Fisioterapi : Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
23. Farmakologi : Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan
24. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
25. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
26. Higiene : Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
27. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia/ular
28. Imunologi : Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
29. Ichtiologi : Ilmu yang mempelajari tentang ikan
30. Karsinologi : Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
31. Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang iklim
32. Limnologi : Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
33. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
34. Mikologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
35. Mikrobiologi : Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
36. Malakologi : Ilmu yang mempelajari tentang moluska
37. Morfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
38. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
39. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
40. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
41. Organologi : Ilmu yang mempelajari tentang organ
42. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
43. Onthogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
44. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung
45. Phylogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
46. Patologi : Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruh-nya bagi manusia
47. Palaentologi : Ilmu yang mempelajari tentang fosil
48. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
49. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
50. Parasitologi : Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
51. Protozoologi : Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
52. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
53. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
54. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
55. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
56. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
57. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel
58. Taksonomi : Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
59. Teratologi : Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
60. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus
61. Genetika : Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

Sabtu, 07 April 2012

FOOD/DIET



Diet Rendah Kalori dan Penyakit Usus

 

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa konsumsi diet rendah kalori meningkatkan risiko kematian pada orang dengan penyakit usus.
Michigan State University ilmuwan menemukan bahwa tikus pada diet kalori terbatas lebih mungkin meninggal setelah terinfeksi dengan patogen penyebab peradangan bakteri dalam usus besar.
Para ilmuwan menduga bahwa peradangan akibat obesitas dapat menyebabkan penyakit radang usus seperti kolitis, tapi mereka salah, hasil penelitian menunjukkan diet rendah kalori justru dapat mengganggu kemampuan sistem imun untuk merespon infeksi.
Jenifer Fenton, asisten profesor di Departemen Ilmu Pangan dan Gizi Manusia, mengatakan:
"Hasil ini mirip dengan penelitian dari departemen kami yang menunjukkan mengkonsumsi kalori lebih sedikit membuat lebih sulit untuk melawan virus flu. Karena ini adalah patogen yang sama sekali berbeda, itu menguatkan kebutuhan untuk mencari tahu mengapa asupan kalori memiliki seperti dampak pada . kemampuan tubuh untuk merespon infeksi Ada kemungkinan bahwa mekanisme yang sama yang terjadi dengan flu yang terjadi dengan gastro-intestinal penyakit; penelitian masa depan akan menanyakan pertanyaan ini ".
Fenton dan rekan juga dievaluasi pengaruh diet obesitas dan kalori terbatas pada tikus dengan kolitis diinduksi.
Tikus dalam penelitian itu diberi 1 dari 3 perlakuan: diet tinggi lemak, diet persen kalori-pembatasan 30 dan kelompok kontrol pada diet rata-rata kalori. Mereka kemudian diobati dengan bakteri yang disebut H. hepaticus, yang menginfeksi usus besar dan menyebabkan peradangan, yang akhirnya memicu perkembangan tumor. Proses ini model lesi lebih agresif diamati pada kasus kanker usus besar manusia.
Tanpa diduga, hasil studi menunjukkan peningkatan lemak tubuh yang disebabkan oleh diet tinggi lemak tidak mempengaruhi tingkat keparahan radang usus besar, meskipun perubahan hormon yang dikenal untuk meningkatkan dengan peradangan obesitas dan pengaruh. Bahkan, para ilmuwan menemukan kalori terbatas tikus memiliki angka kematian lebih tinggi sebagai respon terhadap infeksi dengan hepaticus H., meninggal sebelum tumor bahkan dikembangkan.